Benar, videotron Jakarta Selatan ini menyita perhatian dari berbagai pihak, baik itu dari institusi pemerintahan, warga masyarakat itu sendiri, maupun netizen. Memangnya, siapa sih pelaku sebenarnya? Apakah benar ini merupakan ketidaksengajaan dari pihak yang mengatur videotron tersebut?
Videotron Antasari yang berkawasan di Jakarta Selatan ini memang menghebohkan warga Jakarta sekaligus Gubernur DKI Jakrta, Basuki Tjahja Purnama atau akrab disapa Ahok. Yang mengenaskannya lagi, videotron bokep ini terletak tidak jauh dari kantor Walikota Jakarta Selatan.
Tentunya ini merupakan hal tidak terpuji yang benar-benar tidak bisa dimaafkan. Kenapa? Karena pada saat kejadian, bisa saja ada anak-anak yang tidak sengaja melihatnya. Jadi, siapa dalang dari kejahatan ini? Sabar, Jaka jabarkan dulu satu per satu ya.
Saat Videotron Bokep Tayang, Siapa yang Pertama Mematikan itu?
Benar, masih banyak yang bertanya, ketika video itu diputar selama lima menit lamanya, siapa sih yang pertama mematikan videotron di kawasan Kebayoran itu? Ternyata, yang mematikan itu bukanlah superhero, polisi atau bahkan pihak pemerintah, melainkan hanya seorang pedagang soto.
Ya, pedagang soto yang bernama Domang ini mengatakan bahwa saat ia sedang sibuk bekerja, ia kaget karena banyak pengendara yang menunjuk-nunjuk ke arah videotron. Setelah ia melihatnya, Polantas menyuruh Domang untuk mematikan videotron tersebut. Akhirnya, petugas Polantas dan warga membongkar panel sakelar, dan saat panelnya terbuka, Domang yang mematikan tombolnya.
Apa Tanggapan Ahok Soal Videotron Antasari ini?
Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan sebutan Ahok mengatakan bahwa beliau mengaku belum mendapat laporan dari pihak kepolisian, terkait dengan tindak lanjut kasus videotron Jakarta ini pada hari tersebut. Namun, yang ia permasalahkan adalah videotron ini ternyata sudah habis masa izin pakainya.
Ahok sendiri menduga ada keterlibatan oknum pajak dalam kasus videotron ini. Pasalnya, kenapa ada videotron yang tidak memiliki izin tapi masih bisa menayangkan video? Ahok berkata, "Ada oknum pajak yang bermain dengan alasan kekeliruan, kami lagi selidiki."
Apakah Pelakunya Sudah Ditangkap?
Pada hari yang sama, yaitu tanggal 30 September 2016, AKBP Budi Hermanto selaku Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengatakan bahwa seorang pelakunya sudah tertangkap. Namun, sayangnya identitas pelaku masih belum dapat diketahui. Tetapi, ada hal yang janggal di sini.
Benar, kejanggalan itu terjadi hingga saat ini yang mana pihak kepolisian belum bisa menetapkan tersangka karena masih dalam proses penyelidikan. PT Transito Adiman Jati selaku pengelola videotron pun mengatakan bahwa hal ini diduga akibat ulah hacker. Tapi pihak kepolisian meragukan hal itu. Jadi, proses penyelidikan masih akan terus berlanjut.
Terima kasih telah membaca artikel ini & dipublikasikan oleh Berita Harian Masakini




